TUGAS KULIAH
ANALISIS FILM"A BEAUTIFUL MIND"
Disusun
oleh:
Nama : Rio Dwi Putra
Npm :
01.17.090
Mata kuliah : Pengantar ilmu psikologi
Semester :
Satu/Ganjil
Nama Dosen : Sumarni Bayu Anita S.sos, M.A
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Setiap individu tidak luput dari suatu permasalahan, permasalahan tersebut biasanya timbul melalui indvidu, pihak eksternal, maupun internal. Namu setiap individu mempunyai caranya sendiri dalam proses penyelesaian permasalahan dalam hidupnya. Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah “Ilmu Pengantar Psikologi” serta mengetahui tingkat mahasiswanya yang didapatkan dari kegiatan belajar, saya diberikan kesempatan untuk menganalisis sebuah film yang berjudul “A Beautiful Mind”.
Pada kesempatan kali ini saya akan membuat tugas dari mata perkuliahan Pengantar Ilmu Psikologi yaitu menganalisi sebuah film yang berjudul "A Beautiful Mind" dengan dosen "Sumarni Bayu Anita S.sos,M.A" sebagai dosen Pengantar Ilmu Psikologi.
Film yang mengisahkan tentang seorang matematikawan peraih nobel dibidang ekonomi yang pertama kali saya tonton di kediaman saya melalui situs “layarkaca21”. Film ini berdasarkan kisah nyata yang diterbitkan pada tahun 2001 yang diperankan Jhon Nash.
A Beautiful Mind
- Sutradara : Ron Howard
- Penulis Skenario : Akiva Goldsman
- Book : Sylvia Nasar
- Bintang Film : Russel Crowe, Ed Harris, Jennifer Connelly, Christopher Plummer
- Genre : Biography, Drama
Mengisahkan
tentang seorang pemuda yang sangat jenius bernama Jhon Nash (Russel Crowe).
Jhon Nash adalah seorang ahli matematikawan dengan kecerdasan logika yang melebihi
rata-rata. Bahkan dia juga peraih nobel dalam bidang ilmu ekonomi pada tahun 1994.
Dibalik kesempurnaannya tersebut ternyata Jhon Nash memiliki sisi gelap lain
dalam dirinya. Yaitu ia memiliki sikap egois dan apatis terhadap orang lain. Sehingga
ia sulit untuk bisa menerima kehadiran orang lain dalam hidupnya.
Bisa dibilang kecerdasan Jhon Nash adalah hasil kreatifitasnya sendiri dan pemberian semesta. Karena Jhon Nash tak pernah khusyuk untuk bisa duduk tenang dibangku sekolah untuk mendengarkan pelajaran. menurutnya, sekolah tak lebih dari tempat membosankan yang hanya menjejali ilmu usang tanpa pernah mengulik makna dibaliknya.
Film ini diawali saat Jhon Nash masih menjadi seorang mahasiswa diperguruan tinggi ternama Princeton. Sebagai mahasiswa, Jhon Nash ia tak suka belajar dikelas atau lebih suka belajar secara otodidak. Mencari dan mengamati sekitar demi mendapat ide kreatifitasnya secara alami, untuk meraih gelar doktornya. Namun tak banyak yang menyadari Jhon Nash juga merupakan penderita skizofrenia. Suatu penyakit mental yang gejalanya tak dapat membedakan antara halusinasi dan kenyataan, Memiliki keyakinan yang salah atau ilusi(delusi), Menarik diri dari pergaulan, Serta kemampuan bersosialisasi yang menghilang, Penyakit Jhon ini semakin parah saat dia mulai bekerja di WHELLER DEFFENSE LAB di MIT, Sebuah pusat penelitian bergensi.
Analisa :
Dari film tersebut dapat diketahui bahwa John Nash menderita Skizofrenia paranoid, Yang ditandai dengan simpton-simpton/indikasi sebagai berikut :
-Kenyakinan
palsu yang dipertahankan
-Tingkat
halusinasi yang tinggi
-Suatu
gejala yang tampak dari segi ekspresi wajah,getrakan tangan jari dan lengan
yang tidak normal
-Terdapat
gangguan emosi
-Menarik
diri dari kehidupan sosial
Karakteristik
pribadi Jhon Nash yaitu :
Pemalu,penyendiri,rendah
diri (merasa bahwa dirinya tidak sukai oleh orang-orang sekitarnya).
Dalam film tersebut Jhon Nash dibawa
kerumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatan ECT (Electroshock Therapy)/terapi
elektro konvulsif 5x seminggu selama 10 minggu.
Efek samping
dari penggunaan ECT adalah kelupaan dan gangguan memori efek samping dapat
menjaga rendahnya arus listrik yg dialirkan. Setelah menjalani perawatan
dirumah sakit jiwa Jhon Nash menjalani perawatan dirumah dengan obat
Psikoterapetik. Cara kerja obat tersebut menghambat resektor dofamin dalam otak
efek dari pemakaian obat tersebut juga berdampak sulit berkonsentrasi,
menghambat proses berfikir dan juga tidak memliki gairah seksual.
Sampai saat ini skizofrenia adalah salah satu
penyakit mental yang belum diketahui penyebabnya.
Kaitan dalam
kehidupan sehari-hari :
Dari cerita tersebut terdapat 2 unsur yang bisa
kita kaitkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu ketika seseorang menekuni suatu
perkerjaan itu merupakan hal yang wajib karena pekerjaan sudah menjadi
prioritas utama bagi individu, namun dibalik itu masih ada keluarga yang wajib kita perhatikan karena
tujuan indvidu bekerja tidak jauh dari kata hanya untuk membahagiakan orang-orang
sekitar. Kemudian untuk mencapai keberhasilan itu tidak mudah, sangat dibuthkan
waktu yang lama proses yang begitu panjang. Jadi jangan mudah menyerah dalam
meraih keberhasilan karena semua keinginan berawal dari mimpi.


Komentar
Posting Komentar