MEMBEDAH UNSUR FILM FAVORIT
HANGOUT
FILM BY RADITYA DIKA

POSTER&TRAILER Hangout
menjadikan hutan sebagai background di poster, sesuai dengan kebanyakan setting
latar pada filmnya. Dominasi warna hijau lumut ala-ala hutan rimbun, ditambah
dengan warna kuning keemasan seperti cahaya matahari yang terasa hangat dan
kontras, membuat poster ini terkesan senyap, sunyi, lembab, namun tetap ada
sisi yang mendapatkan pencerahan. Penempatan ke sembilan tokoh utama dengan
raut wajah ketakutan, menambah kesan suram pada poster ini. Namun semua ini,
bukan membuat poster ini menjadi jelek, justru malah cocok dengan tema film ini
sendiri. Warna kuning keemasan bisa berarti unsur komedi, mendominasi film yang
suram berkat genre thrillernya ini.

Pertama kali Hangout mengeluarkan teaser
terlebih dahulu, barulah trailer pada 18 November 2016. Teaser dengan cuplikan
adegan makan malam dan kematian om Mathias Muchus, ini taktik yang cerdas.
Pembuat film bisa membuat calon penonton penasaran, dan juga kepo buat nonton
trailernya yang belum di relesase pada saat itu. Isi cerita pun masih sangat
terjaga, karena adegan tersebut, adalah scene awal, dimana jajaran pemain masih
lengkap. Ketika trailer muncul, benar banget banyak netizen yang langsung
membanjiri Youtube Raditya Dika, hingga 26 Desember 2016 malam, tercatat sudah
2,1 juta viewersnya. Pembuat trailer juga pintar dalam meletakkan adegan-adegan
yang muncul, untuk memberikan rasa kepo penontonnya dengan menaruh banyak
cliffhanger, cuplikan ketegangan film, dan pastinya komedi-komedi khas Raditya
Dika.

CERITA Berawal dari undangan Hangout, yang membawa maut satu
persatu bagi ke sembilan public figur dalam cerita di film ini. Sejak
menit-menit awal, Raditya Dika sudah mampu memberikan gelak tawa bagi seisi
studio. Semakin berjalannya film, mulailah tensi mulai naik, semenjak kematian
mulai menghinggap pada salah satu dari mereka. Raditya Dika cerdik dalam
memanfaatkan tokoh yang berasal dari dunia nyata, kemudian di racik dan
menghasilkan karakter masing-masing yang kuat. Permainan komedi dan thriller
yang sili berganti, membuat penonton merasa dimainkan emosinya, tatkala sepanjang
film juga berusaha mencari petunjuk dan coba menebak-nebak, siapakah dalang
dari semua pembunuhan ini?

VISUAL Indah. Radit beserta tim berhasil menampilkan hutan
serimba itu, menjadi tempat yang ada kesan seram dan juga menyenangkan sebagai
film komedi. Ini didukung dari gambar yang baik secara kualitas, pengambilan
gambar secara dinamis, dan pastinya coloring yang mengambil andil besar dalam
menciptakan suasana. Untuk editing sendiri, cukup rapih, walaupun terkadang
contiuitynya kurang alami, khususnya untuk dialog dengan banyak tokoh.

AUDIO Departemen ini sering kali di anak tirikan, karena yang
paling mudah dilihat adalah visual. Namun tidak untuk Hangout, departemen audio
dikerjakan dengan rapih. Mulai dari dialog yang terdengar clear, foley yang ada
di setiap aktivitas di layar bioskop, sound effect yang muncul tepat waktu,
hingga musik ilustrasi yang pas penempatannya. Film ini pun juga punya original
soundrack yang dinyanyikan Kotak, dengan judul Mati Rasa.

ACTING Soleh Solihun menjadi yang paling menarik perhatian.
Setelah itu ada Gading Marten, Dinda Kanya Dewi, Surya Saputra, dan disusul om
Mathias Muchus, Prilly Latuconsina, Titi Kamal, Bayu Skak, dan Raditya Dika itu
sendiri. Semua berperan dengan sangat baik untuk mendukung cerita dan pasti
mendukung sesama aktor-aktris yang lain. Ke sembilan aktor-aktris ini bisa
mendalami karakter yang dibawakannya, beserta dialog-dialog konyol ala Radit
ini.

KESIMPULAN Hangout merupakan perubahan besar yang dilakukan Raditya Dika dari segi
genre, walaupun dia masih tetap bermain dalam ranah komedi. Ini langkah baik
bagi karier Radit kedepannya. Hangout memiliki performa yang prima. Walaupun,
ada sebagian penonton yang kecewa terhadap film ini, mungkin karena mereka
datang ke bioskop dengan membawa ekspektasi berdasarkan film-film romantis yang
biasa Radit buat. Namun datanglah ke bioskop menonton Hangout, dengan juga
membuka pandangan bahwa, ini film thriller komedi.
Komentar
Posting Komentar